Sewaktu di Mekkah, Muhammad mengakui kematian dan kebangkitan Yesus:
QS 19:33. (Isa putra Maryam berkata:) Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali."
Tapi sesudah hijrah ke Medinah, Muhammad menyangkalnya:
QS 4:157-158 dan karena ucapan mereka : "Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, 'Isa putra Maryam, Rasul Allah ", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak menyalibnya, tetapi orang yang diserupakan dengan 'Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang 'Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah 'Isa. Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Orang bermulut dower dan mencla-mencle begini masih diakui NABI, ya?
Latar belakang dikeluarkannya QS 4:157 di Medinah adalah ketika Muhammad berseteru dengan orang-orang Yahudi yang menolak mengakuinya nabi (juruselamat). Untuk membangkitkan semangat kebencian yang membara terhadap orang-orang Yahudi, dia karang ayat-ayat Surah Annisa (QS 4) mulai ayat 153 hingga 162, yang isinya mendiskreditkan dan mempersalahkan Yahudi atas kejahatan-kejahatan masa lalu mereka yang kerap melanggar perintah Tuhan dan membunuhi nabi-nabi. Dan karena Muhammad diam-diam masih mengidolakan Yesus dan tidak senang dengan kisah matinya Yesus dibunuh Yahudi, maka dia membantah kalau Yesus berhasil dibunuh oleh orang Yahudi, melainkan yang dibunuh oleh Yahudi itu orang yang diserupakan dengan Yesus. Muhammad lupa dengan Surah Maryam (QS 19) yang pernah dikarangnya di Mekkah dahulu sebelum hijrah.
INJIL MATIUS vs INJIL LUKAS - SILSILAH YESUS KRISTUS
SILSILAH YESUS DALAM MATIUS & LUKAS
Salah satu pokok di dalam Bibel yang paling banyak diserang oleh orang yang tidak mau percaya bahwa Bibel adalah Kitab Sejarah yang penuh mujizat adalah tentang dua silsilah yang berbeda dari Yesus Kristus. Silsilah ini bukan hanya paling banyak diserang oleh orang yang tidak percaya tetapi juga merupakan hal yang paling sering membingungkan orang yang dengan sungguh-sungguh menyelidiki Alkitab. Jelas sekali bahwa kedua silsilah itu memang jauh berbeda, walaupun demikian setiap silsilah itu disebutkan sebagai silsilah Yesus Kristus. Bagaimana mungkin kedua-duanya benar?
Ada jawaban yang sederhana sekali untuk pertanyaan yang nampaknya sukar ini.
1. Silsilah yang diberikan dalam Matius adalah silsilah Yusuf yang secara hukum dianggap sebagai ayah Yesus. Silsilah yang diberikan oleh Lukas ialah silsilah Maria, ibu Yesus, dan silsilah ini merupakan silsilah kemanusiaan Yesus Kristus dalam fakta yang sesungguhnya. Injil Matius ditulis untuk orang-orang Yahudi. Jadi dalam silsilah itu Yusuf ditonjolkan, sedangkan Maria hampir tidak disebutkan. Sebaliknya dalam Injil Lukas, Maria merupakan tokoh penting dalam cerita mengenai Juruselamat yang dikandung dan dilahirkan. Yusuf hanya disebutkan sambil lalu saja karena ia adalah suami Maria. Dalam semua ini terdapat makna yang dalam.
2. Dalam Injil Matius, Yesus tampil sebagai Mesias. Sedangkan dalam Injil Lukas, Ia tampil sebagai “Anak Manusia”, Saudara dan Penebus kita, Ia menjadi milik seluruh umat manusia dan mengaku bersaudara dengan segala macam orang dari berbagai macam keadaan. Jadi dalam Injil Matius, silsilah itu dimulai dari Abraham sampai Yusuf dan Yesus, karena semua nubuat dan janji mengenai Mesias digenapi di dalam diri Yesus. Tetapi dalam Injil Lukas, silsilah itu menuju ke atas, yaitu dari Yesus sampai Adam, karena dalam silsilah ini ditelusuri kembali sampai kepada manusia pertama yang menjadi nenek moyang seluruh umat manusia dan silsilah ini juga memperlihatkan hubungan antara Adam yang kedua (Yesus) dengan Adam yang pertama.
3. Dalam Injil Matius, garis keturunan Yusuf adalah garis keturunan raja dari Daud sampai ke Yusuf. Dalam Lukas, meskipun garis keturunan itu adalah garis keturunan Daud, tetapi bukan dari garis keturunan raja. Dalam silsilah ini Yesus adalah keturunan Daud melalui Natan, anak Daud, tetapi bukan dalam garis keturunan raja, karena itu silsilahnya berbeda dengan silsilah yang mengikuti garis keturunan raja.
4. Menurut nubuat, secara manusia Mesias sungguh-sungguh merupakan anak Daud (II Samuel 7:12-19; Mazmur 89:4-5, 35-38; 132-11; Kisah Para Rasul 2:30; 13:22-23; Roma 1:3; II Timotius 2:8). Semua nubuat ini digenapi oleh Yesus dengan jalan menjadi anak Maria dan Maria adalah keturunan langsung dari Daud, meskipun bukan dari garis keturunan raja. Yusuf berasal dari keturunan raja, tetapi ia bukan ayah Yesus secara manusiawi, ia hanya ayah dipandang dari segi hukum.
5. Maria sendiri adalah keturunan Daud melalui ayahnya, Eli. Memang benar Lukas 3:23 mengatakan bahwa Yusuf adalah anak Eli. Hal ini dapat dijelaskan secara sederhana sebagai berikut. Menurut kebiasaan orang Yahudi, nama Maria tidak boleh disebutkan dalam silsilah, karena Maria adalah wanita. Hanya nama pria saja yang boleh ditulis dalam silsilah. Karena itu nama Yusuf ditulis menggantikan nama Maria, karena ia adalah suami Maria. Eli adalah ayah mertua Yusuf karena itu Yusuf disebut juga anak Eli, dengan demikian silsilah itu dilengkapi. Karena Yusuf menantu Eli, maka secara manusia ia adalah anak Yakub (Matius 1:16).
6. Dua silsilah ini memang mutlak perlu untuk menelusuri garis keturunan Juruselamat kita Yesus Kristus, yaitu silsilah yang resmi menurut garis keturunan raja dan silsilah yang sesuai dengan kenyataan menurut garis keturunan yang wajar. Dalam Injil Matius, yang disebut Injil Taurat dan Kerajaan, dapat kita jumpai silsilah menurut garis keturunan raja sedangkan silsilah yang sesuai dengan kenyataan menurut garis keturunan yang wajar terdapat dalam Injil Lukas, Injil yang banyak menceritakan kemanusiaan Yesus.
7. Dalam Yeremia 22:30 dapat kita baca bahwa keturunan Yekhonya bin Yoyakim tidak boleh duduk di atas takhta Daud. Yusuf adalah keturunan Yekhonya. Silsilah Yusuf adalah silsilah Yesus menurut garis keturunan raja karena secara hukum Yesus adalah anak Yusuf, meskipun demikian nubuat Yeremia digenapi dengan secermat-cermatnya, karena Yesus (dengan setepat-tepatnya) bukanlah keturunan Yusuf karena itu ia bukan keturunan Yekhonya. Seandainya Yesus benar-benar anak Yusuf (berasal dari sel mani Yusuf), maka Ia tidak boleh menduduki takhta itu. Tetapi Yesus adalah Maria keturunan Natan jadi Ia boleh naik takhta dan karena Maria menikah dengan Yusuf, maka jalan menuju takhta itu benar-benar sah.
Kalau kita mempelajari kedua silsilah Yesus dengan teliti, dan membacanya di dalam terang nubuat Perjanjian Lama, maka kita bukannya meragukan ketepatan Bibel sebagai kitab sejarah, melainkan makin menjadi yakin betapa tepatnya Bibel itu sampai kepada hal yang sekecil-kecilnya. Apabila kita menyelidiki Bibel dengan teliti, maka kita akan melihat bagaimana bagian yang satu melengkapi bagian yang lain dengan cermat sekali. Fakta bahwa ada dua silsilah tidak perlu lagi merupakan kesukaran bagi kita, selidikilah dan bersukacitalah karena makna yang dalam yang terdapat di dalam fakta itu.
Bibel adalah Kitab Sejarah yang sahih, sebaliknya Quran adalah kitab mistik yang isinya penuh dengan kesalahkaprahan. Isinya dikarang oleh Muhammad, tetapi diaku-akui sebagai ucapan (firman) allah. Itulah sebabnya isinya penuh dengan kesalahan, kesalahan yang amat fatal bahkan sangat memalukan (bila memang benar dari tuhan, tuhannya Muhammad adalah tuhan yang bodoh).
The Messiah from Iran
The Messiah from
The Messiah, Yesus tidak pernah disalibkan ???
Sebuah film Yesus yang dituturkan dari cara pandang Islam baru saja
diluncurkan di
Kristen, karena di film tersebut Yesus tidak mati disalibkan tetapi digantikan oleh Yudas Iskariot.
Judul film ini "The Messiah" ditulis, diproduksi dan disutradarai oleh
seorang pembuat film di Iran bernama: Nader Talebzadeh. Film ini di buat di
Dr. Emir Caner, seorang dekan dari Southwestern Baptist Theological Seminary merekomendasikan untuk orang Kristen menonton film ini, dan menanyakan beberapa hal sebagai berikut ini:
a.. Kapan Yesus digantikan, menurut yang tertulis di Alquran ?
b.. Kenapa Ibu dan para murid Yesus tidak mengenali bahwa orang mereka ikuti itu telah ditukar sebelum berada di atas kayu salib ?
c.. Apa tujuan 'Allah' membutakan semua kerumunan termasuk murid-murid Yesus dan Maria ibu Yesus, sehingga mereka tetap berpikir bahwa Yesus lah yang sedang disalibkan ?
d.. Caner, yang juga seorang profesor bidang sejarah, mengatakan bahwa dia percaya pada akhirnya dengan cara kita menonton sambil bertanya berdasarkan sudut pandang itu, kita bisa menerima film ini.
Mungkin orang Muslim dan Kristen akan menyadari melalui film ini bahwa
Alquran hanya menawarkan suatu kemungkinan cerita yang mungkin terjadi saat itu, walaupun Alkitab sudah dengan jelas menuliskan sejarah mendetail yang dapat dipercaya dan telah dibuktikan bahkan pada saat ini. "Demikian Caner menuliskan pernyataan nya"
Hampir secara keseluruhan "The Messiah", menampilkan Yesus dalam film ini mirip dengan fersi Yesus yang dibuat dunia barat. Rambut pirang dan melakukan mujizat. Hanya yang beda adalah bagaimana Yudas tiba-tiba secara ajaib berubah menyerupai Yesus dan menggantikan Yesus disalibkan. "Dia (Yesus - red) bukan Anak Allah dan tidak pernah menjadi Anak Allah. Dia hanya nabi dan Dia tidak pernah disalibkan, itu adalah orang lain yang disalibkan menggantikan Dia," Talebzadeh menyatakan kepada CNN.
Film fenomental yang melibatkan hampir lebih dari 1000 orang ini merupakan sebuah film terbesar yang pernah dibuat di Iran . Film ini telah dirilis di Iran saat ini, dan segera akan dapat disaksikan di Internet melalui CNN.
Bukti-bukti Keilahian Yesus
Bukti-bukti Keilahian Yesus
Disampaikan oleh Deco
PENGANTAR
Orang Kristen menyatakan bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan yang menjelma menjadi manusia. Pengajaran ini sangat penting. Jika pengajaran ini benar maka kekristenan unik dan otoritatif, jika tidak maka kekristenan tidak berbeda dengan agama-agama yang lain.
Prinsip dasar apologetika kekristenan mengenai keilahian Yesus Kristus adalah :
- Perjanjian Baru yang mencatat kehidupan, pengajaran, kematian dan kebangkitan Yesus Kristus adalah dokumen yang dapat diandalkan (lihat artikel Keotentikan Naskah Perjanjian Baru ).
- Yesus menyatakan bahwa Dia adalah Tuhan yang menjelma menjadi manusia.
- Yesus membuktikan bahwa Dia adalah Tuhan dengan menggenapi nubuat(ramalan) Perjanjian Lama, dengan hidup tanpa dosa, dengan mujizat-mujizat yang Dia lakukan, dan dengan kebangkitan-Nya dari kematian.
Dengan demikian Yesus Kristus adalah Tuhan.
Dalam artikel Keotentikan Naskah Perjanjian Baru kita mempelajari bahwa naskah Perjanjian Baru dapat diandalkan secara historis. Perjanjian Baru tidak hanya berisi sejarah secara garis besar, tetapi juga terbukti akurat secara mendetil. Pendengar dan saksi mata kehidupan Yesus meneruskan kisah dari perkataan dan hal-hal yang dikerjakan Yesus. Perkataan-perkataan Yesus tidak hanya diingat tetapi juga ditulis oleh saksi mata yang dapat diandalkan (Lukas 1:1-3).
PENYELIDIKAN PERNYATAAN YESUS SEBAGAI TUHAN
Ada banyak bukti yang mengungkapkan pernyataan Yesus mengenai keilahiannya, yaitu :
- Yesus menyatakan dirinya sebagai Jehovah (Tuhan dalam Perjanjian Lama)
- Yesus menyatakan sebagai mesias
- Yesus menerima penyembahan
- Otoritas perkataan-perkataan Yesus
- Yesus memerintahkan berdoa dalam nama-Nya
Yesus menyatakan diri sebagai Jehovah
Dalam Perjanjian Lama, Tuhan menyatakan nama-Nya sebagai JHWH atau Jehovah. Dalam bahasa Indonesia ditulis sebagai TUHAN (kata 'tuhan' dengan huruf besar semua).
Misal dalam Keluaran 6: 2-3,
'Selanjutnya berfirmanlah Allah kepada Musa: "Akulah TUHAN.
Aku telah menampakkan diri kepada Abraham, Ishak dan Yakub sebagai Allah Yang Mahakuasa, tetapi dengan nama-Ku TUHAN Aku belum menyatakan diri.'
Orang Yahudi menganggap nama Jehovah (TUHAN) begitu suci, sehingga mereka tidak berani mengucapkannya. Jehovah adalah satu-satunya Tuhan, selain itu adalah berhala atau tuhan yang palsu. Jehovah adalah Tuhan yang cemburu, yang tidak akan membagikan nama maupun kemulian-Nya kepada yang lain.
Yesaya menulis,
'Beginilah firman TUHAN, Raja dan Penebus Israel, TUHAN semesta alam: "Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian; tidak ada Allah selain dari pada-Ku." '(Yesaya 44:6).
'Aku ini TUHAN, itulah nama-Ku; Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain atau kemasyhuran-Ku kepada patung. '(Yesaya 42:8).
'Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain'. (Yesaya 48:11).
TUHAN(Jehovah) tidak akan membagikan nama, hormat dan kemuliaan-Nya kepada yang lain. Yang menarik adalah perkataan-perkataan Yesus dan tindakan-tindakan-Nya membuat orang Yahudi abad pertama mengambil batu menuduh Yesus menghujat(menyamakan diri-Nya dengan TUHAN).
Beberapa perkataan Yesus yang menarik dipelajari:
- Yesus mengatakan, ' Akulah gembala yang baik'(Yohanes 10:11), sedangkan Perjanjian Lama mengatakan, 'TUHAN adalah gembalaku'(Mazmur 23:1).
- Yesus menyatakan Dia adalah hakim atas segala bangsa (Yohanes 5:27; Matius 25:31), Perjanjian Lama mengatakan TUHAN adalah hakim segala bangsa (Yoel 3:12).
- Yesus mengatakan, 'Akulah terang dunia' (Yohanes 8:12), Perjanjian Lama mengatakan ''TUHAN akan menjadi penerang abadi bagimu" (Yesaya 60:19).
- Yesus berdoa kepada Bapa untuk berbagi kemuliaan kekal-Nya, "Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada" (Yohanes 17:5)
- Yesus mengatakan Dia adalah yang pertama dan yang akhir (Wahyu 1:17), sama seperti Yehovah dalam Perjanjian Lama (Yesaya 44:6).
Pernyataan keilahian Yesus sangat jelas di Yohanes 8:58,
'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada' (Yohanes 8:58). Orang Yahudi tanpa ragu-ragu mengerti maksud perkataan ini . Mereka tahu bahwa Yesus tidak hanya menyatakan keberadaan-Nya sebelum Abraham, tetapi Yesus juga menyatakan sama dengan Tuhan. Ini menyebabkan mereka mengambil batu hendak melempari Yesus.
Dalam beberapa peristiwa Yesus menyatakan diri-Nya sama dengan Tuhan dengan cara yang lain misal dalam memberikan pengampunan dosa, suatu pekerjaan yang hanya bisa dilakukan Tuhan.
Dalam Markus 2:10-11, Yesus melakukan mujizat sekaligus memberikan pengampunan dosa:
'Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa'.
Yesus juga menyatakan bahwa Dia mempunya kuasa kehidupan, kuasa yang hanya dimiliki TUHAN saja.
' Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan barangsiapa yang dikehendaki-Nya.' (Yohanes 5:21)
'Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya saatnya akan tiba dan sudah tiba, bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya, akan hidup .' (Yohanes 5:25)
Yesus mengatakan bahwa 'supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa' (Yohanes 5:23). Dalam kategori yang sama Yesus mendorong murid-murid-Nya, 'percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku' (Yohanes 14:1). Yesus tanpa meninggalkan keraguan, menyatakan diri-Nya sejajar dengan Allah.
Pernyataan Yesus sebagai mesias yang dijanjikan
Perjanjian Lama memberikan janji kedatangan mesias. Mesias berarti yang diurapi, seseorang yang diurapi Tuhan untuk melakukan penggenapan rencana keselamatan bagi umat manusia. Perjanjian Lama memberikan gambaran keilahian mesias. Ketika Yesus menyatakan bahwa Dia menggenapkan nubuat tentang mesias, secara langsung menyatakan keilahian-Nya.
Sebagai contoh Yesaya berbicara mengenai Mesias
'Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.' (Yesaya 9:5)
'Hai Sion, pembawa kabar baik, naiklah ke atas gunung yang tinggi! Hai Yerusalem, pembawa kabar baik, nyaringkanlah suaramu kuat-kuat, nyaringkanlah suaramu, jangan takut! Katakanlah kepada kota-kota Yehuda: "Lihat, itu Allahmu!"' (Yesaya 40:9)
Dalam Daniel 7:13-14 dikatakan,
'Dalam penglihatanku pada malam itu, kulihat sesuatu yang seperti manusia. Ia datang dengan dikelilingi awan lalu pergi kepada Dia yang hidup kekal dan diperkenalkan kepadanya.
Ia diberi kehormatan dan kekuasaan sebagai raja, sehingga orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya akan bertahan selama-lamanya, pemerintahannya tidak akan digulingkan'.
Ayat ini yang dikutip Yesus ketika imam besar menanyakan apakah Dia mesias.
'Imam Besar itu bertanya kepada-Nya sekali lagi, katanya: "Apakah Engkau Mesias, Anak dari Yang Terpuji?"
Jawab Yesus: "Akulah Dia, dan kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di tengah-tengah awan-awan di langit." '(Markus 14:61-62).
Ketika Perjanjian Lama berbicara mengenai mesias, Perjanjian Lama juga berbicara mengenai keilahiannya. Ketika Yesus menyatakan Dia adalah kegenapan Perjanjian Lama mengenai mesias (Lukas 24:27,44; Matius 26:54), Yesus mengkaitkan diri-Nya sebagai Mesias yang menggenapkan apa yang telah tertulis di dalam Perjanjian Lama. Ini sekaligus menegaskan keilahian-Nya.
Yesus menerima penyembahan
Perjanjian Lama melarang penyembahan kepeda siapapun kecuali kepada Tuhan (Keluaran 20:1-5; Ulangan 5:7-9). Yesus tercatat menerima penyembahan paling sedikit sembilan kali:
- Sebelum disembuhkan, seorang sakit kusta menyembah Dia (Matius 8:2).
- Sebelum anaknya dibangkitkan Yesus, seorang kepala rumah ibadat menyembah Dia (Matius 9:18).
- Setelah Yesus melakukan mujizat berjalan di atas air, orang-orang yang berada di dalam perahu menyembah Dia (Matius 14:33).
- Sebelum anaknya yang kerasukan setan disembuhkan, seorang perempuan Kanaan menyembah Dia (Matius 15:25)
- Sebelum seorang kerasukan setan disembuhkan, ia menyembah Yesus (Markus 5:6).
- Seorang buta yang telah disembuhkan menyembah Yesus (Yohanes 9:38)
- Anak-anak Zebedeus dan ibu mereka menyembah Yesus (Matius 20:20)
- Setelah kebangkitan-Nya, murid-murid menyembah Dia (Matius 28:9)
- Sebelum memberikan perintah untuk mengabarkan Injil, murid-murid menyembah Dia (Matius 28:17)
Yesus tidak menolak penyembahan, dengan demikian Yesus tidak menolak orang-orang memperlakukan Dia sebagai Tuhan, ini menyatakan keilahian-Nya.
Otoritas perkataan-perkataan Yesus
Yesus memperlakukan perkataan-perkataan-Nya sejajar dengan perkataan-perkataan Tuhan yang mempunyai otoritas.
Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.
Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." (Matius 28: 18-20).
Tuhan telah memberikan 10 Perintah Allah kepada Musa, tetapi Yesus menambahkan,'Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi.' (Yohanes 13:34) .
Yesus memperlakukan perkataan-perkataan-Nya sebagai perkataan yang kekal,' Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu' (Matius 24:35).
Berbicara kepada yang menolak Dia, Yesus berkata,'Barangsiapa menolak Aku, dan tidak menerima perkataan-Ku, ia sudah ada hakimnya, yaitu firman yang telah Kukatakan, itulah yang akan menjadi hakimnya pada akhir zaman'. (Yohanes 12:48).
Yesus mengakui mempunyai segala kuasa di sorga dan di bumi, Yesus memperlakukan perkataan-Nya sejajar dengan Firman Tuhan, perkataan-Nya kekal, perkataan-Nya akan menjadikan hakim. Siapakah yang berani melakukan hal ini kecuali Tuhan sendiri? Jelas-jelas Yesus menyatakan diri-Nya sebagai Tuhan.
Yesus memerintahkan berdoa dalam nama-Nya
Yesus tidak hanya memerintahkan supaya manusia percaya kepada Dia (Yohanes 14:1) dan taat pada perintah-Nya (Yohanes 14:15), tetapi juga berdoa di dalam nama Yesus.
'Apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya.' (Yohanes 14:13).
Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya .' (Yohanes 14:14).
'Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.' (Yohanes 15:7)
Yesus juga menegaskan, 'Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.' (Yohanes 14:6).
Manusia manakah yang bisa dan berani menyatakan diri menjadi pengantara manusia dengan Tuhan? Hanya Yesus yang bisa dan berani menyatakan, karena dia adalah Tuhan yang menjelma menjadi manusia.
PEMBUKTIAN KEILAHIAN YESUS KRISTUS
Keilahian Yesus Kristus dibuktikan dalam:
- Penggenapan nubuatan/ramalan mengenai mesias di Perjanjian Lama
- Ketidakberdosaan Yesus
- Mujizat-mujizat Yesus
- Kebangkitan Yesus dari kematian
Penggenapan nubuatan mengenai mesias di Perjanjian Lama
Banyak sekali nubuat tentang mesias/Kristus dalam Perjanjian Lama. Berikut nubuat-nubuat yang secara jelas berbicara tentang kedatangan mesias:
- Mesias akan lahir dari seorang perempuan
Nubuat: Kejadian 3:15. Penggenapan : Galatia 4:4. - Mesias akan dilahirkan dari seorang perawan
Nubuat: Yesaya 7:14. Penggenapan: Matius 1:18-25. - Mesias merupakan keturunan Abraham
Nubuat: Kejadian 12:1-3;Kejadian 22:18. Penggenapan: Matius 1:1; Galatia 3:16. - Mesias dari suku Yehuda
Nubuat: Kejadian 49:10. Penggenapan: Lukas 3:23,33; Ibrani 7:14. - Mesias merupakan keturunan Daud
Nubuat: 2 Samuel 7:12. Penggenapan: Matius 1:1,6 - Mesias akan lahir di Betlehem
Nubuat: Mikha 5:1-2. Penggenapan: Matius 2:1; Lukas 2:4-7. - Mesias akan diurapi oleh Roh Kudus
Nubuat: Yesaya 11:1-2. Penggenapan: Matius 3:16,17. - Ada yang mempersiapkan jalan bagi mesias
Nubuat: Yesaya 40:3; Maleakhi 3:1. Penggenapan: Matius 3:1-3. - Mesias akan mengadakan mujizat-mujizat
Nubuat: Yesaya 35:5,6. Penggenapan: Matius 9:35 - Mesias akan ditolak oleh orang Yahudi
Nubuat: Mazmur 118:22. Penggenapan: I Petrus 2:7 - Mesias akan ditolak oleh kerabat-Nya sendiri
Nubuat: Yesaya 53:3. Penggenapan: Yohanes 1:10,11; Yohanes 7:5,48 - Mesias akan dielu-elukan waktu menunggang keledai memasuki Yerusalem
Nubuat: Zakharia 9:9. Penggenapan: Matius 21:1-7
- Mesias akan mati dengan kematian yang mengenaskan
Nubuat: Mazmur 22; Yesaya 53. Penggenapan: Matius 27.
- Diam dihadapan penuduh-Nya
Nubuat: Yesaya 53:7. Penggenapan: Matius 27:12-14 - Dihina
Nubuat: Mazmur 22:7,8. Penggenapan: Matius 27:31. - Dipaku tangan dan kaki-Nya.
Nubuat: Mazmur 22:17. Penggenapan: Lukas 23:33. - Disalib di antara penjahat-penjahat
Nubuat: Yesaya 53:12. Penggenapan: Matius 27:38 - Lambung-Nya ditikam
Nubuat: Zakaria 12:10. Penggenapan: Yohanes 19:34 - Tak ada tulang yang dipatahkan
Nubuat: Keluaran 12:46.Penggenapan: Yohanes 19:36
- Jubah-Nya akan diundi
Nubuat: Mazmur 22:18. Penggenapan: Yohanes 19:23,24 - Mesias menderita karena dosa kita.
Nubuat: Yesaya 53:5-6. Penggenapan: 1 Petrus 2:24
- Mesias akan bangkit dari kematian
Nubuat: Mazmur 16:10.
Penggenapan: Kisah Para Rasul 2:31; Markus 16:6. - Mesias akan naik ke surga
Nubuat: Mazmur 68:19. Penggenapan: Kisah Para Rasul 1:9. - Mesias akan duduk di sebelah kanan Allah Bapa
Nubuat: Mazmur 110:1. Penggenapan: Ibrani 1:3.
Nubuat-nubuat ini ditulis ratusan tahun sebelum Yesus lahir ke dalam dunia. Tidak ada alasan bahwa nubuat-nubuat itu adalah 'tebakan yang sangat cerdas', atau 'merupakan trend kecenderungan sejarah', atau 'pikiran kreatif pembaca Alkitab'. Bahkan para kritikus sendiri mengakui bahwa nubuat-nubuat tersebut selesai ditulis lengkap 400 tahun sebelum Yesus lahir. Nubuat-nubuat tersebut secara sempurna digenapkan oleh Yesus.
Tuhan tidak pernah membuat kesalahan. Tuhan mengendalikan sejarah dan jika Tuhan membuat nubuat/ramalan lebih dari 400 tahun sebelumnya mengenai rencana keselamatan bagi manusia maka tidak ada penggenapan yang terjadi secara kebetulan, semua penggenapan yang dilakukan terjadi karena kedaulatan-Nya atas sejarah umat manusia. Jika Yesus, yang menyatakan bahwa Dia menggenapkan apa yang tertulis ratusan tahun sebelum kelahiran-Nya, dan benar-benar Yesus menggenapinya, maka diambil kesimpulan bahwa Yesus adalah mesias, Yesus adalah Tuhan.
Ketidakberdosaan Yesus
Semua orang berdosa, Tuhan dan kita mengetahui hal ini. Jika seseorang hidupnya sangat baik, sempurna, berusaha tidak berdosa sebisa mungkin, tidak membuktikan ia Tuhan. Tetapi kalau seseorang melakukan 2 hal tersebut yakni mengakui dirinya Tuhan kemudian menawarkan hidupnya yang tanpa dosa sebagai bukti, kita harus serius memperhatikannya.
Saat Pilatus mengadili Yesus, Pilatus menyimpulkan, 'Aku tidak mendapati kesalahan apapun pada orang ini' (Lukas 23:4). Kepala pasukan yang melihat penyaliban Yesus mengatakan,'Sungguh, Orang ini adalah orang benar!' (Lukas 23:47). Penjahat yang disalib bersama Yesus mengatakan, 'Orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah' (Lukas 23:41).
Kesaksian yang paling penting terhadap karakter seseorang adalah dari orang terdekat. Petrus, murid yang paling dekat dengan Yesus mengatakan bahwa Kristus tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya (1 Petrus 2:22). Yohanes berkata 'Kristus adalah benar' (1 Yohanes 3:7). Rasul Paulus mengatakan ' Dia tidak mengenal dosa' (2 Korintus 5:21). Penulis kitab Ibrani berkata 'Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa' (Ibrani 4:15).
Yesus sendiri memberikan tantangan kepada lawan-lawan-Nya, 'Siapakah di antaramu yang membuktikan bahwa Aku berbuat dosa?' (Yohanes 8:46).
Yesus menyatakan diri-Nya Tuhan dan membuktikannya dengan kehidupannya yang tanpa dosa, memberikan kesimpulan bahwa Yesus benar-benar Tuhan.
Mujizat-mujizat Yesus
Hidup Yesus penuh mujizat sejak awal dia berada di bumi. Dia lahir dari seorang perawan (Matius 1:18,20-21), Yesus mengubah air menjadi anggur (Yohanes 2:1-11), berjalan di atas air (Matius 14:25), melipat gandakan roti (Yohanes 6:11), memelekkan mata orang buta (Yohanes 9:7), membuat orang lumpuh bisa berjalan (Markus 2:1-12), mengusir setan (Markus 5:1-20), menyembuhkan berbagai penyakit (Matius 9:35), dan beberapa kali membangkitkan orang dari kematian (Matius 9:23-26;Lukas 7:11-17;Yohanes 11:38-44).
Ketika murid-murid Yohanes Pembaptis menanyakan kepada-Nya apakah Dia mesias, Yesus menjawab mujizatnya sebagai bukti bahwa Dia mesias:
'Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat: orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik .' (Matius 11:4,5).
Mujizat-mujizat seperti ini merupakan tanda adanya persetujuan Tuhan kepada orang yang melakukan mujizat.
Mujizat-mujizat ini merupakan penggenapan dari apa yang ditulis Yesaya 700 tahun sebelum Yesus lahir ke bumi:
'Pada waktu itu mata orang-orang buta akan dicelikkan, dan telinga orang-orang tuli akan dibuka.
Pada waktu itu orang lumpuh akan melompat seperti rusa, dan mulut orang bisu akan bersorak-sorai .'(Yesaya 35:5,6).
Adalah seorang Farisi yang bernama Nikodemus, seorang pemimpin agama Yahudi. Ia datang pada waktu malam kepada Yesus dan berkata: "Rabi, kami tahu, bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah; sebab tidak ada seorangpun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya. (Yohanes 3:1-2).
Pada waktu Yesus dibaptis, muncul suatu suara dari sorga 'Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.' (Matius 3:17). Ini merupakan tanda dukungan Allah Bapa terhadap pekerjaan dan keilahian Yesus.
Mujizat adalah suatu bentuk konfirmasi/persetujuan ilahi atas suatu kebenaran/pekerjaan yang dikerjakan seseorang yang diutus Tuhan. Mujizat yang dihubungkan dengan pernyataan Yesus tentang keilahian diri-Nya, mengkonfirmasi bahwa Dia benar-benar Tuhan.
Kebangkitan Yesus dari kematian
Hanya Tuhan yang hanya memberi kehidupan (Ulangan 32:39; 1 Samuel 2:6). Di sini kebangkitan Yesus dari kematian merupakan bukti adanya persetujuan dari Tuhan terhadap siapa yang diutus-Nya. Perjanjian Lama dan Yesus sendiri menubuatkan kebangkitan-Nya. Mazmur 16:10 berbicara tentang kebangkitan mesias.
Perjanjian Lama menubuatkan bahwa
1. Mesias akan datang dan mati (Yesaya 53; Mazmur 22)
2. Mesias akan memerintah selamanya( Yesaya 9:6; Daniel 2:44;).
Satu-satunya jalan supaya mesias bisa memenuhi keduanya adalah mati kemudian bangkit.
Yesus sejak awal pelayanan-Nya telah menubuatkan kebangkitan-Nya sendiri. (Yohanes 2:19,21).
Setelah pengakuan Petrus bahwa Yesus adalah Mesias, Yesus berkata
'Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan bangkit sesudah tiga hari .' (Markus 8:31).
Yesus mengulangi perkataan ini saat dalam perjalanan melewati Galilea (Markus 9:30-31), dan dalam perjalanan ke Yerusalem (Markus 10:32-34).
Yesus juga mengatakan ' Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali. Tidak seorangpun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali.' (Yohanes 10:18).
Kematian dan kebangkitan Yesus:
- Kehilangan besar darah menyebabkan Yesus mati (Lihat artikel Apakah Yesus benar-benar mati?). Dia mempunyai 5 luka dan berada di atas kayu salib mulai jam 9 pagi (Markus 15:25) hingga jam 3 sore (Markus 15:42).
- Yesus menyerahkan nyawa-Nya (Yohanes 19:30).
- Ketika lambungnya ditusuk tombak keluar darah dan air (Yohanes 19:34). Secara medis membuktikan bahwa Yesus sudah mati.
- Tentara Roma yang berpengalaman dalam menangani kematian menyatakan Yesus mati (Yohanes 19:33)
- Pilatus memastikan bahwa Yesus mati sebelum diserahkan mayat-Nya ke Yusuf dari Arimatea.(Markus 15:42-47)
- Mayat Yesus dikapani dengan kain lenan dan dibubuhi dengan rempah-rempah menurut adat orang Yahudi bila menguburkan mayat.(Yohanes 19:40)
- Hari Minggu kubur Yesus kosong, Yesus telah bangkit (Matius 28; Markus 16;Lukas 24;Yohanes 20,21)
- Penampakan Yesus setelah kebangkitan:
- Kepada Maria Magdalena (Markus 16:9; Yohanes 20:11-14)
- Kepada perempuan sekembalinya dari kubur (Matius 28:9,10)
- Kepada Petrus (Lukas 24:34; 1 Korintus 15:5)
- Kepada murid-murid di Emaus (Lukas 24:13-32)
- Kepada rasul-rasul kecuali Tomas (Lukas 24:36-43;Yohanes 20:19-24)
- Kepada rasul-rasul, Tomas hadir (Yohanes 20:26-29)
- Kepada 7 orang di danau Tiberias (Yohanes 21:1-23)
- Kepada lebih dari 500 orang percaya di bukit Galilea (1 Korintus 15:6)
- Kepada Yakobus (1 Korintus 15:7)
- Kepada murid-murid (Matius 28:16-20;Lukas 24:33-52;Kisah Para Rasul 1:3-12)
- Saat kenaikan Yesus ke surga (Kisah Para rasul 1:3-12)
- Kepada Stefanus (Kisah Para Rasul 7:55)
- Kepada Paulus (Kisah Para Rasul 9:3-6; 1 Korintus 15:8)
- Kepada Paulus saat di Bait Allah (Kisah Para Rasul 22:17-21;23:11)
- Kepada Yohanes di pulau Patmos (Wahyu 1:9-20)
Kebangkitan Yesus secara tubuh fisik dibuktikan bahwa setelah kebangkitannya :
- Yesus dilihat lebih dari 500 orang (1 Korintus 15:6)
- Yesus menyatakan mempunyai daging dan tulang (Lukas 24:39) ,
- Yesus makan ikan (Lukas 24:42,43)
Bagi yang meragukan kebangkitan-Nya secara fisik, Yesus menantang:
'Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah.' (Yohanes 20:27).
Yesus menyatakan diri-Nya Tuhan. Yesus bangkit dari kematian, ini menggenapi apa yang Dia dan Perjanjian Lama katakan. Yesus benar-benar Tuhan.
KESIMPULAN
Berdasarkan kehandalan naskah Perjanjian Baru kita memiliki catatan tentang pengajaran Yesus mengenai keilahian-Nya. Yesus menggenapi nubuat Perjanjian Lama mengenai mesias yang ditulis beratus-ratus tahun sebelum kelahiran-Nya, Yesus menerima penyembahan dari manusia, Yesus tidak berdosa, Yesus hidup penuh dengan mujizat-mujizat, dan Yesus bangkit dari kematian membuktikan bahwa Yesus adalah benar-benar Tuhan yang menjelma menjadi manusia.
Dengan jelas Yesus menyatakan diri dan membuktikan diri-Nya Tuhan.
Apakah engkau sudah menerima Yesus sebagai Tuhan?
Jika engkau belum menerima Yesus sebagai Tuhan, terimalah Dia sekarang.
Terimalah Dia sebagai Tuhan, terima juga Yesus sebagai juruselamat yang telah mati menanggung hukuman dosa yang seharusnya engkau tanggung.
Jika engkau mau menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat, maka dosa-dosamu akan diampuni karena hukumannya sudah lunas ditanggung oleh Tuhan Yesus.
Maukah saudara?
Sumber:
Geisler, Norman L., Christian Apologetics, Baker Book House, Grand Rapids, Michigan 49516.
Josh McDowell, The New Evidence that Demands a Verdict, Thomas Nelson Publisher.
Miriam Santoso, Bibliologi - Pengantar Alkitab, Seminari Alkitab Asia Tenggara, Malang.
Kenneth Barker, The NIV Study Bible , Zondervan Publishing House, Grand Rapids, MI 49530, USA
Diambil dari : http://www.pemudakristen.com/artikel/keilahian_yesus_kristus.php
ISA ALMASIH adalah Rohul'lah QODIM
Note:
Artikel ini adalah sebuah tinjauan atas pernyataan-pernyataan yang termuat dalam Alquran tentang Isa dan korelasinya menjadi Allah, dengan asumsi bahwa Allah disini adalah Allah dalam paham Islam. Lalu kemudian kita akan lihat apakah ada kesesuaian dengan KeTuhanan Yahsua Hamasiakh dalam Injil.
" Pada-mulanya adalah Firman [Kalimatullah]. Firman itu bersama- sama dengan Allah, dan Firman itu adalah Allah." [Yohanes 1:1]
" Ia [Kalimatullah] pada-mulanya bersama-sama dengan Allah." [ayat 2]
" Segala sesuatu dijadikan oleh Dia [Kalimatullah] dan tanpa Dia [Kalimatullah] tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan." [ayat 3]
" Dalam Dia [Kalimatullah] ada hidup.... " [ayat 4]
" Firman [Kalimatullah] itu telah menjadi Manusia.... " [ayat 14]
" Aku [Kalimatullah] dan Bapa [Allah] adalah Satu. " [Yohanes 10:30]
" .... Bapa [Allah] di dalam Aku [Kalimatullah] dan Aku di dalam Bapa. " [Yohanes 10:38]
" .... Barang siapa telah melihat Aku [Kalimatullah], ia telah melihat Bapa [Allah] ...." [Yohanes 14:9]
" Sesungguhnya Isa Al Masih Putra Maryam itu utusan Allah dan FirmanNya" [An Nisa 171]
" Isa itu sesungguhnya Roh Allah dan FirmanNya" (Hadits Anas bin Malik hal.72)
"...Kami mengutus Roh Kami kepadanya, maka Ia menjelma dihadapannya menjadi manusia yang sempurna." [Maryam 17]
Pengertian kata "Kalimah/Kalam Allah" yang terdapat pada kitab suci AlQuran atau Hadits mempunyai beberapa arti, antara lain :
Ujian = - mengutip QS. 2:124
Ketetapan = - mengutip QS. 39:71
Ucapan, Omongan atau Kalam
Jadi Sebentar kita akan lihat apa arti sesungguhnya dari Kalimatullah yang disandang oleh Isa. Apakah Isa itu hanya sekedar "ujian" bagi Maria, atau hanya sekedar "ketetapan" dari Allah, atau Ia adalah satu Pribadi - Ilahi yang BERASAL DARI / ADA DI DALAM / MELEKAT PADA [QODIM] : Allah !!
Kata "KALIMAH" dengan arti "Ucapan, Omongan atau Kalam" ada 2 macam pengertian, yaitu :
1. Ucapan yang dimiliki oleh manusia disebut Kalimat Hawadis, artinya Ucapan Makhluk yang bersifat fana atau rusak.
2. Ucapan yang berasal dari Allah disebut Firman atau Kalam yang bersifat QODIM, kekal selamanya dan tidak akan rusak.
Berdasarkan isi kitab diatas Kalimatullah inilah yang menjadi Manusia Isa.
KEKAL ! SUDAH ADA DARI KEKAL SAMPAI KEKAL ! TIDAK DICIPTAKAN ! BERSAMA-SAMA ALLAH !
ADA DI DALAM ALLAH ! BERASAL DARI ALLAH ! KELUAR DARI ALLAH (QODIM)
karena: Kalimatullah dan Roh Allah tidak diciptakan tetapi ada bersama-sama dengan Allah itu.
Kalau diciptakan maka Allah itu menjadi tidak punya kalimatullah dan tidak punya Roh sebelum penciptaan, lagipula tidak perlu bagi Allah untuk menciptakan kalimah dan Rohullah bagi dirinya sendiri.
Begitupun Rohullah [Roh Kudus], bahasa Ibraninya jelas:
Ruach HaKodesh [harafiah: Roh Sang Kudus], siapa Yang Kudus? ALLAH
Allah yang ESA itu bersama-sama dengan FirmanNya [Kalimatullah] dan RohNya [Rohullah].
Yesus memang bukan Allah [dalam pengertian Bapa!], tapi Yesus adalah Kalimatullah [Firman Allah].
KeIlahian Yesus tidaklah menjadikan Allah DUA - karena KeIlahianNya ADA DIDALAM Allah [Bapa], TIDAK TERPISAHKAN !!
Rohullah [Roh Kudus] memang bukan Allah [dalam pengertian Bapa!].
KeIlahian Roh Kudus tidaklah menjadikan Allah TIGA - karena KeIlahianNya ADA DIDALAM Allah [Bapa], TIDAK TERPISAHKAN !!
Inilah inti dari Tauhid atau Keesaan Allah yang sejati dan benar, yaitu: TRITUNGGAL ALLAH yang ESA !!
Untuk lebih jelas, mari kita lihat langsung pada konteks ayat yang mengatakan bagaimana Isa dijadikan Allah, kita ambil Surah An-Nisa 171 yang berbunyi :
"Hai Ahli Kitab ! Janganlah kamu melampaui batas dlm agamamu, dan janganlah kamu berkata atas Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al-Masih, Isa putera Maryam itu, tidak lain melainkan utusan Allah dan KalimahNya yang Ia BERIKAN KEPADA MARYAM DENGAN TIUPAN RUH DARIPADANYA. (ROHULLAH)
Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-rasulNya dan jangan kamu berkata: "(Tuhan itu) tiga", Hentikanlah ! Baik bagimu. Allah itu adalah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Dia dari mempunyai anak, kepunyaanNya-lah semua yang dilangit dan semua yang dibumi; Cukuplah Allah sebagai Pelindung." (QS. 4:171)
Perhatikan penggalan kalimat Quran di atas:
" .... Sesungguhnya Al-Masih, Isa putera Maryam itu, tidak lain melainkan utusan Allah dan KALIMAHNYA yang Ia [Allah] BERIKAN KEPADA MARYAM DENGAN TIUPAN RUH DARIPADA-NYA [Allah]."
Apakah tersirat bahwa Isa diciptakan dalam kandungan Maria ? Tidak!! Tapi Kalimatullah itu dikandung oleh Maria dengan Kuasa Rohullah.
Kata "Al Qoha Ila Maryam" yang diartikan dengan Meniupkannya ke dalam rahim Maryam susunan kalimatnya berbentuk kata kerja transitif (fi'il muta'addi), yaitu kata kerja yang membutuhkan obyek penderita.
Pada ayat ini, subyeknya adalah "Allah".Kata kerjanya ialah "alqo" (melemparkan). Obyek penderitanya ialah "ha" (Kalimah).
Tepatnya: Allah [Bapa] adalah Subject - Alqo adalah Verb - Kalimatullah adalah Object. Kalimatullah itu dijelmakan dalam Kemanusiaan Yesus, tapi Kalimatullah itu tetap melekat [Qodim] dalam diri Allah. Inilah KeMaha-Hadiran dan KeMaha-Kuasaan Allah. Umat Kristen menamakan Bayi Mesias itu Immanuel [Allah beserta kita].
bandingkan dengan konteks penciptaan Adam, siapapun dengan mudah akan mengerti bahwa ini adalah penciptaan, BUKAN inkarnasi. yg dibuat dari bahan tanah (debu) dan dihembuskan (diberikan) nafas.
" Ketika itulah TUHAN Allah MEMBENTUK manusia itu dari debu tanah dan *menghembuskan nafas hidup* ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu MENJADI mahluk hidup." [Kejadian 2:7]
Sedangkan An-Nisa 171:
" .... KalimahNya yang Ia BERIKAN KEPADA MARYAM DENGAN TIUPAN RUH DARIPADANYA .... "
Kalau Anda mau jujur, nats An-Nisa 171 adalah INKARNASI Kalimatullah dalam Kemanusiaan Isa Al Masih, sama sekali BUKAN penciptaan!
1) Kalimatullah [An Nisaa 171, Ali Imran 39, 45],
2) Rohullah [Hadits Anas bin Malik hal.72]
Menurut Al-Qur'an, Yesus itu Roh Allah dan FirmanNya. Sebagaimana yang disabdakan sendiri oleh nabi Muhammad yang berbunyi :
"Isa itu sesungguhnya Roh Allah dan FirmanNya." (H.R. Anas Bin Malik)
Siapakah Kalimatullah dan Rohullah itu? Ini ada beberapa pandangan jujur dari Theolog-Theolog Islam:
" Kalimatullah adalah Allah dlm HakekatNya [EsensiNya, NaturNya [ZatNya], dan Ia adalah tidak lain dari satu Pribadi Ilahi." [Al Syaikh Muhyi Al Din Al Arabi - dalam bukunya: Fusus Al Huqm jilid II halaman 35].
Al Shaikh Muhammad al Harira al Bayyumi berkata, "Roh Kudus adalah Roh Allah dan Roh Allah tidak diciptakan ("Al Ruhwa Mahiyyatuha" - The Spirit and Its Nature - hal.53)
" Roh Suci artinya Roh yang dimuliakan, Roh Allah sendiri, bukan Malaikat ataupun mahluk ciptaan lainnya." [Al Imam Al Nasafi - dalam buku Al Nasafi, Tafsir, jilid I, halaman 56]
" Roh Suci itu tidak diciptakan, dan apa yang tidak diciptakan adalah kekal, dan yang kekal tidak lain adalah Allah sendiri." [Al Sayyid Abdul Karim Al Jabali - dalam buku Majalat Kuliyyat Al Adab].
Seperti yang baru saja dibahas, Roh Kudus adalah Roh Allah dan disebut dalam Al Qur'an dalam banyak tempat.
Surat Yusuf 87 - "Sesungguhnya tiadalah yang berputus-asa daripada rahmat Allah, melainkan kaum kafir."
Terjemahan dalam bahasa Inggeris nampaknya lebih tepat. "Do not despair of Allah"s spirit; none but unbelievers despair of Allah"s spirit", yang dapat diterjemahkan sebagai "Janganlah mendukakan roh Allah, melainkan kaum kafir yang mendukakan roh Allah".
Surat Al Bakara,87 dan 253 - "Kami berikan kepada Isa anak Maryam beberapa keterangan, ..dan kami kuatkan dia dengan ruh suci.."
Al Imam al Nasafi berkata "dengan Roh Kudus artinya, roh yang dikuduskan .....atau nama Allah yang akbar" (Al Nasafi, Tafsir bagian I, hal.56).
Surat Al Maidah 110 - "Hai "Isa anak Maryam, ingatlah akan nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu, ketika Aku menguatkan engkau dengan ruh suci."
Al Sayyid "Abdul Karim al Djabali ber- kata tentang Roh Kudus bahwa Roh Kudus itu tidak diciptakan, dan apa yang tidak diciptakan adalah kekal dan yang kekal hanyalah Allah sendiri (Madjallat Kulliyyat al Adab (Magazine of the Colledge of Arts) 1934.
oleh Muhammad sendiri yang mengatakan: "Isa faa innahu Rohullah wa Kalimatuhu'- (Isa itu sesungguhnya Roh Allah dan Firman-Nya). (Hadits Anas bin Malik--Mutiara Hadits halaman 353).
Quran s.An Nisaa 171 mengatakan: "Innamal Masihu 'Isa bnu Maryam~ Rasululahi wa Kalimatuhu alqahaa ila Maryama wa Rohu, minhu..-' (Sesungguhnya Almasih Isa ibnu Maryam itu, adalah utusan Allah dan Firman-Nya yang ditumpahkanNya kepada Maryam dan Roh daripada Nya)-
Itu sudah sesuai dengan Surah 4:158
Bahkan Allah mengangkat Isa itu kepada-Nya, Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.
Ayat tsb dengan jelas menyatakan bahawa Isa Al-Masih tidak diangkat ke langit kedua, ketujuh atau surga ketiga, seperti yang biasa dianggap, tetapi bahwa Allah telah mengambil Isa Al-Masih kepada diri-Nya (dikembalikan). Ini bermaksud, Dia mengambil Isa Al-Masih ke dalam RohNya yang mulia di dalam surga yang tertinggi.
3) Suci [Maryam 19]
4) Besar di dunia dan besar di akhirat [Ali Imran 45]
5) Hakim yang Adil [Hadits Muslim Jilid I hal.76]
6) Mengetahui tentang Hari Penghakiman [Ali Imran 49, Zukruf 57, 61]
7) Al Masih [Az Zumar 44]
Mengenai kata ''Kalimat" atau Firman Allah yang menjadi jasad Jesus ini, Drs. Hasbullah Bakry dalam bukunya yang berjudul-"Nabi Isa dalam Al-Quran enz" halaman 109 mengatakan: "Nabl Isa disebut sebagai Kalimah Allah (Firman Yang Hidup--pen), disebabkan dia adalah penjelmaan dari pada Firman Allah yang ditujukan kepada Maryam untuk mengandung Nabi Isa".
Al-Quran s.Al Ikhlas yang mengatakan: " ...Dialah Allah Yang Esa ...tidak beranak dan tidak diperanakkan .." yang sering dikemukakan oleh para mubaligh Islam dikala itu, sebagai dalil untuk menolak bahwa Allah itu mempunyai anak sebagaimana halnya iman Kristen dengan penyebutan ''Yesus Anak Allah''.Sebenarnya ajaran Kristen sendiri dapat menerima sepenuhnya mengaminkan sepenuhnya ayat Quran ini, karena ajaran Kristen sendiri sama sekali tidak pernah mengatakan bahwa "Allah itu punya anak" dalam pengertian secara biologis, yang oleh Quran itu disebut- dengan Istilah "walad
Al Masih adalah ungkapan Arab, yang sepadan dengan ungkapan Ibrani: HaMasiakh. Artinya: Perantara, Pembela, Hakim yang Membe- narkan umatNya [setelah Ia menghakimi dengan Adil], Juruselamat, Yang diurapi Allah.
Adapun Jesus disebut "Anak Allah" adalah dalam pengertian mutasyabihat, yaitu Firman Allah yang Hidup didalam Jesus Kristus,- bukan dalam pengertian "walad", melainkan dalam pengertisn "ibn". Dalam masalah ini saya ingin meyakinkan, bahwa tidak ada satu ayatpun dari Al-Quran secara tegas menolak ajaran Alkitab diatas mengenai sebutan "Anak Allah" bagi Jesus Kristus.
Yang Al Quran tolak adalah jika Jesus dianggap Anak Allah dalam pengertian walad, yaitu anak secara seksuil biologis kemanusiawian.
Hal ini dapat kita hayati apa yang diucapkan Jesus. "bahwa Bapa didalam Aku dan Aku didalam Bapa". (Yoh.10: 38b) "Aku dan Bapa adalah satu" (Yoh. 10:30) "Barang siapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa". (Yoharies 14: 9b)
Allah menjelma jadi manusia, bermakna Allah telah menyatakan dirinya,; menyatakan wujudnya, mewahyukan karyanya dan lain-lain dalam pribadi manusia yang nampak itu, dalam hal ini didalam Jesus Kristus.
Allah menjelma jadi manusia, tidaklah bermakna Allah sudah tidak ada, yang ada hanyalah manusia. Pendapat demikian memang tidak benar. Ingat! Allah itu tidak berubah. Allah menjelma jadi manusia, maka A!lah tetap ada, dan manusiapun juga ada. Jadi kata "menjelma" kita pergunakan hanyalah merupakan kata analogi, kata yang diserupakan saja, yang diandaikan saja, namun tetap tidak diartikan secara karnus bahasa dunia, bahasa sehari-hari.
Jesus disebut Tuhan, natsnya dapat saudara hayati sebagaimana yang telah saya uraikan diatas, yaitu terdapat dalam Injil Yohanes 1 :1 dan 14, bahwa Firman atau Allah itu telah menjadi manusia dalam kelahiran Jesus Kristus. Karena itulah dalam 1 Yohanes 1:1 dikatakan juga, bahwa: Jesus adalah "Firman yang Hidup".
Bapa, Anak/Firman dan Rohulkudus, dapat diucapkan dalam sepatah kata, yaitu: "ALLAH". Dalam Alkitab berbahasa Arab dikatakan: "Bismil Ulbi wal ibni wal Ruhulqudusi (Dengan nama Bapa dan Anak dan Rohulkudus). Aba, Ibni, Rohulkudusi = Allah. Dalam bahasa Arab dapat dibaca ringkas: "Bismillah'. Kata Bismillah ini mengandung unsur ke-Tritunggal-an iman Kristiani
ROH ALLAH, dengan kata lain disebut "Rohulkudus", yang memberi Taufik dan Hidayaht (pertolongan dan bimbingan Roh Kebenaran) kepada umat yang percaya dan bertakwa kepadaNya. (Sebanding dengan sifat : "Hawun = Hidup" dalam ajaran Islam). Ketiga unsur diatas ini (Bapa, Anak/Firman dan Rohulkudus) digambarkan masing-masing sebagai oknum (sebanding dengan istilah "Sifat" dalam ajaran Islam) adalah Esa dalam wujud zat Allah, yang tidak terpisahkan satu sama lainnya, sama kuasanya sama kekalnya tidak ada yang terdahulu atau terkemudian diantara satu dengan yang lain.
Maka jangan heran jika dalam Doa Nabi Muhammad sebelum beliau wafat:
"Wahai TUHAN ! Ampunilah saya! Kasihanilah saya dan hubungkanlah dengan TEMAN YANG MAHA TINGGI" (Hadits Shahih Bukhari 1573)
Lalu beliau mengangkat tangannya sambil mengucapkan:
"TEMAN YANG MAHA TINGGI" Lalu beliau wafat dan rebahlah tangan beliau.
(Hadits Shahih Bukhari 1574)
SIAPAKAH "TEMAN YANG MAHA TINGGI" ITU?
Nabi-nabi lain yaitu:
"Adam Shafiyulah" = Adam disucikan Allah
"Nuh najiyullah" = Nuh diselamatkan Allah
"Ibrahim khalilullah" = Ibrohim dikasihi Allah
"Isma'il dzabiihullah" = Ismail dikurbankan Allah
"Musa kaliimullah" = Musa difirmankan Allah
"Dawud khalifatullah" = Dawud dipimpin Allah
Namun beliau telah bersabda:
"Saya yang lebih dekat ISA ANAK MARYAM di dunia dan di akhirat. Semua Nabi itu bersaudara karena seketurunan. Ibunya berlainan sedang agamanya satu." (Hadits Shahih Bukhari 1501)
"Demi Allah yang jiwaku ditanganNya, sesungguhnya telah dekat masanya ISA ANAK MARYAM akan turun di tengah-tengah kamu. Dia akan menjadi hakim yang adil." (Hadits Shahih Muslim 127)
Maka "Teman Yang Maha Tinggi" itu adalah Isa Almasih anak Maryam.
Quran dimulai dengan "ayat doa" : "Tunjukilah kami JALAN yang lurus" (Qs. 1 Al Faatihah 6)
Dan Isa menjawab: "....ikutilah Aku, inilah JALAN yang lurus." (Qs. 43 Az Zukhruf 61)
"Akulah JALAN dan Kebenaran dan Hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku" [Yohanes 14:6]
ISA ALMASIH adalah Rohul'lah QODIM
Note:
Artikel ini adalah sebuah tinjauan atas pernyataan-pernyataan yang termuat dalam Alquran tentang Isa dan korelasinya menjadi Allah, dengan asumsi bahwa Allah disini adalah Allah dalam paham Islam. Lalu kemudian kita akan lihat apakah ada kesesuaian dengan KeTuhanan Yahsua Hamasiakh dalam Injil.
" Pada-mulanya adalah Firman [Kalimatullah]. Firman itu bersama- sama dengan Allah, dan Firman itu adalah Allah." [Yohanes 1:1]
" Ia [Kalimatullah] pada-mulanya bersama-sama dengan Allah." [ayat 2]
" Segala sesuatu dijadikan oleh Dia [Kalimatullah] dan tanpa Dia [Kalimatullah] tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan." [ayat 3]
" Dalam Dia [Kalimatullah] ada hidup.... " [ayat 4]
" Firman [Kalimatullah] itu telah menjadi Manusia.... " [ayat 14]
" Aku [Kalimatullah] dan Bapa [Allah] adalah Satu. " [Yohanes 10:30]
" .... Bapa [Allah] di dalam Aku [Kalimatullah] dan Aku di dalam Bapa. " [Yohanes 10:38]
" .... Barang siapa telah melihat Aku [Kalimatullah], ia telah melihat Bapa [Allah] ...." [Yohanes 14:9]
" Sesungguhnya Isa Al Masih Putra Maryam itu utusan Allah dan FirmanNya" [An Nisa 171]
" Isa itu sesungguhnya Roh Allah dan FirmanNya" (Hadits Anas bin Malik hal.72)
"...Kami mengutus Roh Kami kepadanya, maka Ia menjelma dihadapannya menjadi manusia yang sempurna." [Maryam 17]
Pengertian kata "Kalimah/Kalam Allah" yang terdapat pada kitab suci AlQuran atau Hadits mempunyai beberapa arti, antara lain :
Ujian = - mengutip QS. 2:124
Ketetapan = - mengutip QS. 39:71
Ucapan, Omongan atau Kalam
Jadi Sebentar kita akan lihat apa arti sesungguhnya dari Kalimatullah yang disandang oleh Isa. Apakah Isa itu hanya sekedar "ujian" bagi Maria, atau hanya sekedar "ketetapan" dari Allah, atau Ia adalah satu Pribadi - Ilahi yang BERASAL DARI / ADA DI DALAM / MELEKAT PADA [QODIM] : Allah !!
Kata "KALIMAH" dengan arti "Ucapan, Omongan atau Kalam" ada 2 macam pengertian, yaitu :
1. Ucapan yang dimiliki oleh manusia disebut Kalimat Hawadis, artinya Ucapan Makhluk yang bersifat fana atau rusak.
2. Ucapan yang berasal dari Allah disebut Firman atau Kalam yang bersifat QODIM, kekal selamanya dan tidak akan rusak.
Berdasarkan isi kitab diatas Kalimatullah inilah yang menjadi Manusia Isa.
KEKAL ! SUDAH ADA DARI KEKAL SAMPAI KEKAL ! TIDAK DICIPTAKAN ! BERSAMA-SAMA ALLAH !
ADA DI DALAM ALLAH ! BERASAL DARI ALLAH ! KELUAR DARI ALLAH (QODIM)
karena: Kalimatullah dan Roh Allah tidak diciptakan tetapi ada bersama-sama dengan Allah itu.
Kalau diciptakan maka Allah itu menjadi tidak punya kalimatullah dan tidak punya Roh sebelum penciptaan, lagipula tidak perlu bagi Allah untuk menciptakan kalimah dan Rohullah bagi dirinya sendiri.
Begitupun Rohullah [Roh Kudus], bahasa Ibraninya jelas:
Ruach HaKodesh [harafiah: Roh Sang Kudus], siapa Yang Kudus? ALLAH
Allah yang ESA itu bersama-sama dengan FirmanNya [Kalimatullah] dan RohNya [Rohullah].
Yesus memang bukan Allah [dalam pengertian Bapa!], tapi Yesus adalah Kalimatullah [Firman Allah].
KeIlahian Yesus tidaklah menjadikan Allah DUA - karena KeIlahianNya ADA DIDALAM Allah [Bapa], TIDAK TERPISAHKAN !!
Rohullah [Roh Kudus] memang bukan Allah [dalam pengertian Bapa!].
KeIlahian Roh Kudus tidaklah menjadikan Allah TIGA - karena KeIlahianNya ADA DIDALAM Allah [Bapa], TIDAK TERPISAHKAN !!
Inilah inti dari Tauhid atau Keesaan Allah yang sejati dan benar, yaitu: TRITUNGGAL ALLAH yang ESA !!
Untuk lebih jelas, mari kita lihat langsung pada konteks ayat yang mengatakan bagaimana Isa dijadikan Allah, kita ambil Surah An-Nisa 171 yang berbunyi :
"Hai Ahli Kitab ! Janganlah kamu melampaui batas dlm agamamu, dan janganlah kamu berkata atas Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al-Masih, Isa putera Maryam itu, tidak lain melainkan utusan Allah dan KalimahNya yang Ia BERIKAN KEPADA MARYAM DENGAN TIUPAN RUH DARIPADANYA. (ROHULLAH)
Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-rasulNya dan jangan kamu berkata: "(Tuhan itu) tiga", Hentikanlah ! Baik bagimu. Allah itu adalah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Dia dari mempunyai anak, kepunyaanNya-lah semua yang dilangit dan semua yang dibumi; Cukuplah Allah sebagai Pelindung." (QS. 4:171)
Perhatikan penggalan kalimat Quran di atas:
" .... Sesungguhnya Al-Masih, Isa putera Maryam itu, tidak lain melainkan utusan Allah dan KALIMAHNYA yang Ia [Allah] BERIKAN KEPADA MARYAM DENGAN TIUPAN RUH DARIPADA-NYA [Allah]."
Apakah tersirat bahwa Isa diciptakan dalam kandungan Maria ? Tidak!! Tapi Kalimatullah itu dikandung oleh Maria dengan Kuasa Rohullah.
Kata "Al Qoha Ila Maryam" yang diartikan dengan Meniupkannya ke dalam rahim Maryam susunan kalimatnya berbentuk kata kerja transitif (fi'il muta'addi), yaitu kata kerja yang membutuhkan obyek penderita.
Pada ayat ini, subyeknya adalah "Allah".Kata kerjanya ialah "alqo" (melemparkan). Obyek penderitanya ialah "ha" (Kalimah).
Tepatnya: Allah [Bapa] adalah Subject - Alqo adalah Verb - Kalimatullah adalah Object. Kalimatullah itu dijelmakan dalam Kemanusiaan Yesus, tapi Kalimatullah itu tetap melekat [Qodim] dalam diri Allah. Inilah KeMaha-Hadiran dan KeMaha-Kuasaan Allah. Umat Kristen menamakan Bayi Mesias itu Immanuel [Allah beserta kita].
bandingkan dengan konteks penciptaan Adam, siapapun dengan mudah akan mengerti bahwa ini adalah penciptaan, BUKAN inkarnasi. yg dibuat dari bahan tanah (debu) dan dihembuskan (diberikan) nafas.
" Ketika itulah TUHAN Allah MEMBENTUK manusia itu dari debu tanah dan *menghembuskan nafas hidup* ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu MENJADI mahluk hidup." [Kejadian 2:7]
Sedangkan An-Nisa 171:
" .... KalimahNya yang Ia BERIKAN KEPADA MARYAM DENGAN TIUPAN RUH DARIPADANYA .... "
Kalau Anda mau jujur, nats An-Nisa 171 adalah INKARNASI Kalimatullah dalam Kemanusiaan Isa Al Masih, sama sekali BUKAN penciptaan!
1) Kalimatullah [An Nisaa 171, Ali Imran 39, 45],
2) Rohullah [Hadits Anas bin Malik hal.72]
Menurut Al-Qur'an, Yesus itu Roh Allah dan FirmanNya. Sebagaimana yang disabdakan sendiri oleh nabi Muhammad yang berbunyi :
"Isa itu sesungguhnya Roh Allah dan FirmanNya." (H.R. Anas Bin Malik)
Siapakah Kalimatullah dan Rohullah itu? Ini ada beberapa pandangan jujur dari Theolog-Theolog Islam:
" Kalimatullah adalah Allah dlm HakekatNya [EsensiNya, NaturNya [ZatNya], dan Ia adalah tidak lain dari satu Pribadi Ilahi." [Al Syaikh Muhyi Al Din Al Arabi - dalam bukunya: Fusus Al Huqm jilid II halaman 35].
Al Shaikh Muhammad al Harira al Bayyumi berkata, "Roh Kudus adalah Roh Allah dan Roh Allah tidak diciptakan ("Al Ruhwa Mahiyyatuha" - The Spirit and Its Nature - hal.53)
" Roh Suci artinya Roh yang dimuliakan, Roh Allah sendiri, bukan Malaikat ataupun mahluk ciptaan lainnya." [Al Imam Al Nasafi - dalam buku Al Nasafi, Tafsir, jilid I, halaman 56]
" Roh Suci itu tidak diciptakan, dan apa yang tidak diciptakan adalah kekal, dan yang kekal tidak lain adalah Allah sendiri." [Al Sayyid Abdul Karim Al Jabali - dalam buku Majalat Kuliyyat Al Adab].
Seperti yang baru saja dibahas, Roh Kudus adalah Roh Allah dan disebut dalam Al Qur'an dalam banyak tempat.
Surat Yusuf 87 - "Sesungguhnya tiadalah yang berputus-asa daripada rahmat Allah, melainkan kaum kafir."
Terjemahan dalam bahasa Inggeris nampaknya lebih tepat. "Do not despair of Allah"s spirit; none but unbelievers despair of Allah"s spirit", yang dapat diterjemahkan sebagai "Janganlah mendukakan roh Allah, melainkan kaum kafir yang mendukakan roh Allah".
Surat Al Bakara,87 dan 253 - "Kami berikan kepada Isa anak Maryam beberapa keterangan, ..dan kami kuatkan dia dengan ruh suci.."
Al Imam al Nasafi berkata "dengan Roh Kudus artinya, roh yang dikuduskan .....atau nama Allah yang akbar" (Al Nasafi, Tafsir bagian I, hal.56).
Surat Al Maidah 110 - "Hai "Isa anak Maryam, ingatlah akan nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu, ketika Aku menguatkan engkau dengan ruh suci."
Al Sayyid "Abdul Karim al Djabali ber- kata tentang Roh Kudus bahwa Roh Kudus itu tidak diciptakan, dan apa yang tidak diciptakan adalah kekal dan yang kekal hanyalah Allah sendiri (Madjallat Kulliyyat al Adab (Magazine of the Colledge of Arts) 1934.
oleh Muhammad sendiri yang mengatakan: "Isa faa innahu Rohullah wa Kalimatuhu'- (Isa itu sesungguhnya Roh Allah dan Firman-Nya). (Hadits Anas bin Malik--Mutiara Hadits halaman 353).
Quran s.An Nisaa 171 mengatakan: "Innamal Masihu 'Isa bnu Maryam~ Rasululahi wa Kalimatuhu alqahaa ila Maryama wa Rohu, minhu..-' (Sesungguhnya Almasih Isa ibnu Maryam itu, adalah utusan Allah dan Firman-Nya yang ditumpahkanNya kepada Maryam dan Roh daripada Nya)-
Itu sudah sesuai dengan Surah 4:158
Bahkan Allah mengangkat Isa itu kepada-Nya, Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.
Ayat tsb dengan jelas menyatakan bahawa Isa Al-Masih tidak diangkat ke langit kedua, ketujuh atau surga ketiga, seperti yang biasa dianggap, tetapi bahwa Allah telah mengambil Isa Al-Masih kepada diri-Nya (dikembalikan). Ini bermaksud, Dia mengambil Isa Al-Masih ke dalam RohNya yang mulia di dalam surga yang tertinggi.
3) Suci [Maryam 19]
4) Besar di dunia dan besar di akhirat [Ali Imran 45]
5) Hakim yang Adil [Hadits Muslim Jilid I hal.76]
6) Mengetahui tentang Hari Penghakiman [Ali Imran 49, Zukruf 57, 61]
7) Al Masih [Az Zumar 44]
Mengenai kata ''Kalimat" atau Firman Allah yang menjadi jasad Jesus ini, Drs. Hasbullah Bakry dalam bukunya yang berjudul-"Nabi Isa dalam Al-Quran enz" halaman 109 mengatakan: "Nabl Isa disebut sebagai Kalimah Allah (Firman Yang Hidup--pen), disebabkan dia adalah penjelmaan dari pada Firman Allah yang ditujukan kepada Maryam untuk mengandung Nabi Isa".
Al-Quran s.Al Ikhlas yang mengatakan: " ...Dialah Allah Yang Esa ...tidak beranak dan tidak diperanakkan .." yang sering dikemukakan oleh para mubaligh Islam dikala itu, sebagai dalil untuk menolak bahwa Allah itu mempunyai anak sebagaimana halnya iman Kristen dengan penyebutan ''Yesus Anak Allah''.Sebenarnya ajaran Kristen sendiri dapat menerima sepenuhnya mengaminkan sepenuhnya ayat Quran ini, karena ajaran Kristen sendiri sama sekali tidak pernah mengatakan bahwa "Allah itu punya anak" dalam pengertian secara biologis, yang oleh Quran itu disebut- dengan Istilah "walad
Al Masih adalah ungkapan Arab, yang sepadan dengan ungkapan Ibrani: HaMasiakh. Artinya: Perantara, Pembela, Hakim yang Membe- narkan umatNya [setelah Ia menghakimi dengan Adil], Juruselamat, Yang diurapi Allah.
Adapun Jesus disebut "Anak Allah" adalah dalam pengertian mutasyabihat, yaitu Firman Allah yang Hidup didalam Jesus Kristus,- bukan dalam pengertian "walad", melainkan dalam pengertisn "ibn". Dalam masalah ini saya ingin meyakinkan, bahwa tidak ada satu ayatpun dari Al-Quran secara tegas menolak ajaran Alkitab diatas mengenai sebutan "Anak Allah" bagi Jesus Kristus.
Yang Al Quran tolak adalah jika Jesus dianggap Anak Allah dalam pengertian walad, yaitu anak secara seksuil biologis kemanusiawian.
Hal ini dapat kita hayati apa yang diucapkan Jesus. "bahwa Bapa didalam Aku dan Aku didalam Bapa". (Yoh.10: 38b) "Aku dan Bapa adalah satu" (Yoh. 10:30) "Barang siapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa". (Yoharies 14: 9b)
Allah menjelma jadi manusia, bermakna Allah telah menyatakan dirinya,; menyatakan wujudnya, mewahyukan karyanya dan lain-lain dalam pribadi manusia yang nampak itu, dalam hal ini didalam Jesus Kristus.
Allah menjelma jadi manusia, tidaklah bermakna Allah sudah tidak ada, yang ada hanyalah manusia. Pendapat demikian memang tidak benar. Ingat! Allah itu tidak berubah. Allah menjelma jadi manusia, maka A!lah tetap ada, dan manusiapun juga ada. Jadi kata "menjelma" kita pergunakan hanyalah merupakan kata analogi, kata yang diserupakan saja, yang diandaikan saja, namun tetap tidak diartikan secara karnus bahasa dunia, bahasa sehari-hari.
Jesus disebut Tuhan, natsnya dapat saudara hayati sebagaimana yang telah saya uraikan diatas, yaitu terdapat dalam Injil Yohanes 1 :1 dan 14, bahwa Firman atau Allah itu telah menjadi manusia dalam kelahiran Jesus Kristus. Karena itulah dalam 1 Yohanes 1:1 dikatakan juga, bahwa: Jesus adalah "Firman yang Hidup".
Bapa, Anak/Firman dan Rohulkudus, dapat diucapkan dalam sepatah kata, yaitu: "ALLAH". Dalam Alkitab berbahasa Arab dikatakan: "Bismil Ulbi wal ibni wal Ruhulqudusi (Dengan nama Bapa dan Anak dan Rohulkudus). Aba, Ibni, Rohulkudusi = Allah. Dalam bahasa Arab dapat dibaca ringkas: "Bismillah'. Kata Bismillah ini mengandung unsur ke-Tritunggal-an iman Kristiani
ROH ALLAH, dengan kata lain disebut "Rohulkudus", yang memberi Taufik dan Hidayaht (pertolongan dan bimbingan Roh Kebenaran) kepada umat yang percaya dan bertakwa kepadaNya. (Sebanding dengan sifat : "Hawun = Hidup" dalam ajaran Islam). Ketiga unsur diatas ini (Bapa, Anak/Firman dan Rohulkudus) digambarkan masing-masing sebagai oknum (sebanding dengan istilah "Sifat" dalam ajaran Islam) adalah Esa dalam wujud zat Allah, yang tidak terpisahkan satu sama lainnya, sama kuasanya sama kekalnya tidak ada yang terdahulu atau terkemudian diantara satu dengan yang lain.
Maka jangan heran jika dalam Doa Nabi Muhammad sebelum beliau wafat:
"Wahai TUHAN ! Ampunilah saya! Kasihanilah saya dan hubungkanlah dengan TEMAN YANG MAHA TINGGI" (Hadits Shahih Bukhari 1573)
Lalu beliau mengangkat tangannya sambil mengucapkan:
"TEMAN YANG MAHA TINGGI" Lalu beliau wafat dan rebahlah tangan beliau.
(Hadits Shahih Bukhari 1574)
SIAPAKAH "TEMAN YANG MAHA TINGGI" ITU?
Nabi-nabi lain yaitu:
"Adam Shafiyulah" = Adam disucikan Allah
"Nuh najiyullah" = Nuh diselamatkan Allah
"Ibrahim khalilullah" = Ibrohim dikasihi Allah
"Isma'il dzabiihullah" = Ismail dikurbankan Allah
"Musa kaliimullah" = Musa difirmankan Allah
"Dawud khalifatullah" = Dawud dipimpin Allah
Namun beliau telah bersabda:
"Saya yang lebih dekat ISA ANAK MARYAM di dunia dan di akhirat. Semua Nabi itu bersaudara karena seketurunan. Ibunya berlainan sedang agamanya satu." (Hadits Shahih Bukhari 1501)
"Demi Allah yang jiwaku ditanganNya, sesungguhnya telah dekat masanya ISA ANAK MARYAM akan turun di tengah-tengah kamu. Dia akan menjadi hakim yang adil." (Hadits Shahih Muslim 127)
Maka "Teman Yang Maha Tinggi" itu adalah Isa Almasih anak Maryam.
Quran dimulai dengan "ayat doa" : "Tunjukilah kami JALAN yang lurus" (Qs. 1 Al Faatihah 6)
Dan Isa menjawab: "....ikutilah Aku, inilah JALAN yang lurus." (Qs. 43 Az Zukhruf 61)
"Akulah JALAN dan Kebenaran dan Hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku" [Yohanes 14:6]
THE LOST YEARS OF JESUS : Di mana Yesus ketika Berusia 12-30 Tahun?
THE LOST YEARS OF JESUS:
Di mana Yesus ketika Berusia 12-30 Tahun?
Keempat periwayat Injil hanya menceritakan kehidupan Yesus ketika Ia dilahirkan (Matius 1:18-25; Lukas 2:1-7), disunat pada usia 8 hari dan diserahkan di Bait Allah (Lukas 2:21-40), pemunculan-Nya kembali di tempat Bait Allah yang sama pada umur 12 tahun (Lukas 2:41-52), dan penampilan diri-Nya di depan umum setelah dibaptiskan oleh Yohanes, "ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira 30 tahun" (Lukas 2:23). Jadi, ada "waktu kosong" (the silent period) selama 18 tahun, antara usia 12 sampai 30 tahun. "Kekosongan" ini (minimal kalau kita mengikuti pikiran itu), telah menyebabkan banyak penulis mencoba mengisinya menurut tuntutan kepentingan mereka.
Dari abad ke abad, khususnya setelah zaman Rasuli yang dimulai pada akhir abad ke-2 Masehi, berbagai spekulasi mulai berkembang. "Kisah-kisah lancung" inilah yang akhirnya menjadi tulisan-tulisan apokrifa dan pseudographa. Literatur ini banyak dijadikan rujukan oleh ahl al-bid'ah (heresy). Contoh-contoh tulisan apokrif ini misalnya Injil al-Tufuliyah (Arabic Gospel of Infancy) yang berasal dari abad ke-7 Masehi. Dalam buku ini dikisahkan bahwa Yesus dapat berbicara pada waktu bayi ketika Yesus sedang digendong Maryam, ibu-Nya. "Ana huwa Yasu'a Ibn Allah" (Akulah Yesus, Putra Allah), kata bayi Yesus kepada ibu-Nya, "alladzi walidati kamma basyiruki Jibril al-Malak wa atta arsalni lil khalash al-'alam" (yang dilahirkan sebagai berita gembira dari malaikat Jibril kepadamu dan aku diutus untuk keselamatan dunia).
Selanjutnya, berita Injil Matius 2:13-15 mengenai pelarian ke Mesir, dalam Injil Palsu Matius (Pseudo-Gospel of Matthew) yang berasal dari abad ke-5 Masehi, dikembangkan menjadi kisah-kisah ajaib berlebih-lebihan, pohon palma yang membungkuk menuruti perintah kanak-kanak Yesus untuk mengeluarkan buahnya dan air segar yang memancar dari bawah pohon itu. Demikian pula, kisah-kisah ajaib mengenai remaja Yesus yang membuat burung dari tanah liat, dimuat dalam The Gospel of Thomas (Injil Thomas) berbahasa Yunani yang berasal dari abad ke-3 Masehi. Kisah-kisah ini sangat populer di kalangan sekte-sekte heretik Kristen di tanah Arab menjelang dan pada saat kelahiran Islam.
Sejak tahun 1947, setelah menemukan manuskrip-manuskrip Laut Mati, para ahli sibuk mengaitkan dengan sejarah Kekristenan awal. Menurut kesepakatan para ahli yang terkenal, gua-gua lautan mati menyimpan bukti sejarah orang-orang eseni (Essene).
Hal ini tampak dari judul buku Charles Francis Potter, The Lost Years of Jesus Revealed. Jadi, banyak orang harap-harap cemas dengan penemuan terbesar abad ke-20 tersebut, secara khusus dalam usaha mencari "benang merah" dengan sejarah Kekristenan mula-mula. "Dalam banyak segi", tulis Duport Summer, "Tuan (Master) Galilea itu tampak sebagai seorang reinkarnasi Guru Kebenaran dari Qumran yang sangat mencengangkan". Sedangkan Potter, sambil mengemukakan teorinya bahwa kaum Eseni Qumran adalah "ibu dari Kekristenan", secara lebih bombastis lagi menulis:
Dan sekarang setelah terbukti bahwa sejarah Kekristenan dapat ditemukan dalam masyarakat yang disebut Perjanjian Baru (B'rit ha-Hadasah) yang biasa disebut Eseni. Masalah penting yang menantang seluruh dunia Kristen ialah, apakah seorang anak akan mempunyai keperwiraaan, keberanian dan kejujuran untuk mengakui dan menghormati ibunya sendiri.
Selanjutnya, Einseman juga mengemukakan fakta tentang adanya komunitas Kristen Yahudi pada abad ke-2 Masehi di Jabal Fahin (Yunani: Pella), seberang Yordan, yang disebut "Ebionit". Karena istilah ini berasal dari bahasa Ibrani Ebiyon (orang-orang miskin), maka cocok dengan identitas jemaat Yerusalem sendiri (Galatia 2:10).
Data-data ini oleh Einseman ditafsirkan sedemikian rupa, sehingga terbangunlah teorinya yang menganggap bahwa Guru Kebenaran (Moreh hassadeq) yang disebut dalam naskah-naskah Qumran itu adalah Yakobus, saudara Yesus yang juga digelari Ha-Tsadiq (Yang Benar) dalam Gereja kuno. Sedangkan 2 tokoh lain yang juga disebut-sebut dalam naskah Qumran adalah Imam yang jahat, yang oleh Einseman ditafsirkan Kayafas dan Pendusta adalah Rasul Paulus.
Dengan menyebut Paulus sebagai pendusta maka Einseman mempertentangkan Kekristenan yang Paulinis dengan Kekristenan Yahudi di Yerusalem. Walaupun ada kemiripan yang ditemukan mengenai komunitas Qumran dengan Kekristenan, semua teori yang disebut di atas terus berubah. Kalau di awal-awal penemuan naskah ini sosok Guru tergolong cukup misterius, kini menjadi tidak lagi setelah data-data semakin lengkap direkontruksi. Memang, istilah-istilah Eseni, Oseni, Natsorea, Ebiyonim, Notsrim, Hasidim, Zaddikim tampak sebagai variasi-variasi atas tema yang satu dan sama. Istilah Eseni, misalnya, berasal dari kata "osei hattorah" (mereka yang melakukan Torah). Jadi, meskipun nama-nama itu berkatian, tetapi semua menunjuk kepada latar belakang warisan spiritual bersama. Artinya, sangat gegabah untuk waktu sekarang mencari asal-usul istilah Perjanjian Baru dari Qumran, sebab istilah itu berakar dari pengharapan Yudaisme pada umumnya (bnd. Yeremia 31). Juga, mengasalkan tema Injil Yohanes tentang "terang dan gelap" dari salah satu naskah Qumran (1QM) berjudul Milkamah (Perang). Naskah ini memuat "Peperangan anak-anak Terang dan anak-anak Kegelapan". Sebab tema gelap dan terang adalah tema umum Yudaisme, dan lagi dalam pandangan Qumran peperangan itu bersifat abadi. Sedangkan dalam Injil Yohanes: "Terang itu bercahaya dalam kegelapan, dan kegelapan itu tidak menguasainya." (Yohanes 1:5).
Jadi, terlalu pagi untuk meyimpulkan bahwa asal Kekristenan dari kaum Eseni di Qumran. Apalagi untuk menyimpulkan bahwa Guru Kebenaran itu Yesus sendiri, suatu kesimpulan yang dilakukan oleh 2 penulis Islam yang "tidak berasal dari kalangan ahli". Berdasarkan atas 2 penelitian orang lain yang belum final, 2 penulis ini: O. Hasyem, Tantangan Dari Qumran, dan Saleh A. Nahdi, Nafiri Maut dari Lembah Qumran, dengan identifikasi Yesus sebagai Guru Kebenaran bahwa mereka menghukum ajaran Kristen sebagai pemalsuan kemudian dari ajaran Yesus yang asli. Alasannya, antara ajaran Guru Kebenaran dan Yesus memang berbeda. Misalnya, Yesus mengaku diri Mesias, sedangkan Guru Kebenaran justru menantikan kedatangan Mesias.
Padahal perbedaan itu memang jelas, sebab masa hidup Guru Kebenaran itu memang sebelum zaman Kristus. Jean Danielou, dalam The Dead Sea Scrolls and Primitive Christianity menulis bahwa Guru Kebenaran sudah wafat pada tahun 50 SM. Lebih-lebih, penemuan terakhir dari The Dead Sea Scrolls. Menurut penelitian O'Chalagan, ternyata salah satu naskah berbahasa Yunani yang ditemukan di Gua 7 adalah serpihan fragmen Injil Markus 6:52-53 dan 1Timotius 3:16, 4:3.12) Bukti baru ini menunjukkan bahwa teori selama ini yang menentukan penulisan Injil Markus setelah tahun 60 akan gugur. Sebab menurut kesaksian sejarahwan Yahudi, Flavius Yosepus dalam Antiquities of The Jews, bahwa komunitas Qumran berakhir akibat serangan militer Roma pada tahun 68 Masehi.
Jadi, karena Injil ini sudah ada di Qumran, kemungkinan dibawa oleh orang-orang Kristen yang mengungsi setelah pecah perang Yahudi tahun 66 M, maka Injil harus ditulis pada masa yang lebih awal lagi. Bahkan ditemukannya fragmen Surat Paulus di Qumran, jelas telah menggugurkan teori pertentangan Yakobus dan Paulus sebagaimana dikemukakan di atas.
Dari deskripsi tersebut di atas, jelas bahwa semua teori yang mencari-cari "the silent period" Yesus itu, akan tinggal sebagai spekulasi cerdik belaka. Bahkan teori-teori seperti itu sebenarnya tidak akan mucul apabila kita memahami dengan baik kebudayaan dan agama Yahudi, yang menjadi latarbelakang kehidupan Yesus, "yang lahir
dari seorang perempuan yang takluk kepada hukum Taurat" (
Mengapa Yesus hanya ditampilkan hanya kelahiran-Nya, usia 12 tahun dan baru ditulis lagi setelah berusia 30 tahun? Dari perspektif Yahudi, hal itu bukan hal yang aneh, sebab menurut budaya Yahudi seorang laki-laki baru boleh mengajar di depan umum pada usia 30 tahun.
2) Yonek, "usia menyusu";
3) Olel, "lebih tua lagi dari menyusu";
4) Gemul, "usia disapih";
5) Taph, "usia mulai berjalan";
6) Ulem, "anak-anak";
7) Na'ar, "mulai tumbuh remaja"; dan
8) Bahar, "usia remaja".
Mulai usia 20 tahun tersebut seseorang harus memasuki sekolah khusus Yahudi (Bet Midrash). Sedangkan tahapan-tahapan pendidikan Yahudi adalah sebagai berikut: Mikra (membaca Taurat) mulai usia 5 tahun, Mishna mulai usia 10 tahun, Talmud pada usia 13 tahun (zaman Yesus 12 tahun); Midrash pada usia 20 tahun, dan sejak usia 30 tahun baru boleh mengajar di depan umum.
PENUTUP
Dari tahapan-tahapan pendidikan Yahudi pada zaman Yesus serta latar belakang agama dan budayanya, jelas bahwa spekulasi-spekulasi mengenai 18 tahun kehidupan Yesus yang hilang, sama sekali tidak mempunyai landasan sejarah. Jadi, kemana Yesus selama 12 tahun sampai 30? Jawabannya, berdasarkan data-data Injil sendiri (Matius 13:55; Markus 6:3), Yesus menjalani kehidupan sebagaimana layaknya anak-anak Yahudi dan ia bersama keluarganya bekerja di Nazaret sebagai tukang kayu.